Coca Cola Indonesia merupakan salah satu perusahaan minuman dengan distribusi terbesar di Indonesia. Perusahaan ini berada di bawah lisensi Coca Cola Company. Hari ini gua pengen bagiin sekilas tentang bahan baku dan produksi Coca Cola Indonesia.
Pertama gua mau sebutin bahan baku apa aja yang dipake oleh Coca Cola Indonesia. Bahan Bakunya adalah sebagai berikut :
- Bahan Baku
- AirAir diperoleh dari sumur bor dan ada ada 2 jenis air yang diperoleh, yaitu Treated Water dan Untreated Water.
- GulaGula yang digunakan haruslah memenuhi standar yang telah ditetapkan, diantaranya adalah gula yang memiliki kadar 99,99% dan bebas dari kotoran.
- KarbondioksidaIni merupakan bahan baku yang berfungsi sebagai penyegar dan pengawet minuman.
- Bahan lainnya
- KaporitDalam proses pengolahan air berfungsi membunuh bakteri (menghambat pertumbuhan mikroorganisme), membilas botol dan sanitasi peralatan.
- Karbon AktifBuat yang ini digunakan pada pembuatan sirup untuk menjernihkan larutan gula dan menghilangkan bau-bau yang ga enak.
- KerikilNah kerikil ini punya fungsi, fungsinya sebagai media penyaring pada sand filter di proses pengolahan air biar bisa nyaring benda-benda asing yang larut dalam air olahan.
- Filter AidKalo yang ini berfungsi melapisi filter sewaktu proses penyaringan sirup di filter press, memperbesar pori-pori filter paper sehingga mempermudah filtrasi dan menahan karbon aktif sehingga tidak lolos ke final sirup tank.
- Asam SulfatBahan ini digunakan untuk membebaskan dan menghilangkan gas-gas yang terlarut dalam air.
Nah itu bahan-bahan yang dipake buat produksi di Coca Cola Indonesia. Sekarang gua mau coba sebutin proses yang terjadi oleh bahan-bahan yang uda gw sebutin tadi. Ini langkah-langkahnya :
- Pengolahan air
- Lapisan I dengan ukuran 2-3 m
- Lapisan II dngan ukuran 1-2 m
- Lapisan III dengan ukuran 0.5-1 m
- Pembuatan sirupTreated Water dari hot water tank dialirkan ke tangki pelarut dan didalamnnya dimasukkan gula sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan. Perbandingan air dan gula berdasarkan pada derajat kemanisan (Brix) yang ditentukan. Temperatur air untuk melarutkan lebih kurang 80 derajat celcius. Ke dalam tangki pelarut tersebut juga dimasukkan karbon aktif untuk menyerap bau dan menurunkan warna sehingga larutan menjadi jernih. Pelarutan gula dan air dilakukan selama lebih kurang dari 60 menit dan diaduk dengan agigator sampai homogen. Hasil pelarutan ini disebut sirupdasar telah memenuhi syarat yang telah ditentukan. Setelah semua larut, langkah selanjutnya adalah penyaringan / filtrasi. Sebelumnya dilakukan precoating (pelapisan awal) untuk membentuk lapiasan pada filter paper. Air treated dialairkan ke tangki precoting yaitu sebuah tangki kecil yang terbuat dari stainless steel yang dilengkapai oleh sebuah agigator. Lalu kedalamnya ditambahkan filter aid. Cairan dari tangki precoating disirkulasikan melalui filter sampai semua filter aid menempel pada filter paper dengan baik. Sirup dasar akan dialirkan ke filter dan disirkulasikan sampai filternya bersih. Sirup dasar yang telah disaring dimasukkan ke tangki pencampur. Sebelumnya didinginkan sampai temperatur 20-250C. Pada tangki pencampur dimasukan concentrate Coca Cola, demikian juga untuk Sprite dan Fanta. Setelah semua part dituangkan, campuran sirup dasar diaduk selama lebih kurang 1 jam. Pada sirup akhir, derajat kemanisan diperiksa kembali agar tercapai tingkat kemanisan yang sesuai dengan standart yang ditentukan.
- Proses karbondioksida
- Tabung-tabung karbondioksida pada bagian atasnya harus disemprot dengan air terlebih dahulu supaya selang-selang penghubung tidak membeku, bila membeku CO2tidak berjalan dengan lancar.
- Kemudian karbondioksida dialirkan lagi ke dalam tabung yang berisi potassium permanganate (KMnO4) yang berfungsi mengikat zat impurity
- Kemudian dialirkankan lagi ke dalam tabung yang berisi air. Tujuannya agar KMnO4 tidak terbawa ke proses berikutnya.
- Lalu karbondioksida dialirkan ke tabung yang berisi karbon untuk menghilangkan bau yang tidak diinginkan.
- Yang terakhir karbondioksida difilter lagi agar tidak ada kotoran yang tersisa.
- Proses pencampuran air, sirup, dan karbondioksida
Proses paramix adalah proses pencampuran dari air, syrup akhir dan CO2 sehingga diperoleh minuman ringan (beverage) yang siap untuk diisi kemasannya. Air dari treated water dan syrup akhir bersamaan masuk ke mesin pencampuran. Air sebelumnya didearasi di Daerator. Dearasi adalah proses pengeluaran udara dari dalam air yang digunakan untuk membuat minuman sehingga mempermudah proses karborasi dan membantu mempelancar pengisian. Syrup akhir langsung dimasukkan ke dalam gelas syrup. Dengan perbandingan tertentu, air dan syrup akhir dircampur. Hasil pencampuran didinginkan sehingga temperatur lebih kurang 0-10C dengan medium pendingin gelikol. Hal ini dilakukan karena semakin rendah temperatur campuran, semakin tinggi absorpsi CO2 .Campuran kemudian dimasukan ke karbonasi. Karbonasi adalah proses pelarutan CO 2 dalam suatu cairan. Gas CO2 yang dimurnikan di masukkan ke karbonator dimana tekanannya dikendalikan oleh alat Taylor. Alat taylor mengukur temperatur campuran cairan dan dikonversikan ke dalam tekanan CO2 yang dibutuhkan agar air dapat mengabsorbsi CO2 hingga kandungan tertentu. Produk yang keluar dari karbonator inilah yang disebut beverage dan diteruskan kemesin filter dan crowner. - PembotolanAda 4 proses yang terjadi nih dalam pembotolan ini, yaitu
- Pencucian Botol
- Pengisian ke dalam Botol
- Penutupan Botol
- Pemberian kode pada Botol
Kaya yang tadi uda disebutin kalo air ada 2 jenis dan diambil dari sumur, nah air ini dipompa ke alah yang namanya degasifier (alat yang diguanakan buat degasifikasi), tujuannya untuk mengubah karbondioksida agar mudah dibebaskan dan menghilangkan gas-gas yang terlarut. Dari degasifier
air masuk ke dalam fluclator tank / reaction tank. Sebelumnya
ditambahkan Poly Aluminium Chlorine (PAC), kapur dan Cl 2 10%.
PAC berfungsi untuk mengendapkan senyawa-senyawa organik. Kapur berfungsi untuk
menaikan besar Ph, karena semakin besar Ph maka kecepatan mengendapkann semakin
besar. Sementara Cl2 berfungsi sebagai antiseptik untuk mematikan kuman-kuman
bakteri dan standart chlorine dalam air, dimana standart chlorine dalam
air adalah 6-10 ppm. Pada fluclator tank terjadi pengendapan floc dimana
akan mengendap kebawah, sementara air pada bagian atas akan dialirkan ke sand
filter. Jarak antara permukaan air dengan floc dijaga lebih kurang
1-1,25 m untuk mempertahankan kejernihan air. Di sand
filter air akan disaring. Ada 3 sand filter tetapi yang digunakan
hanya 2, sementara yang satu lagi sebagai cadangan. Sebagian filter digunakan
kerikil dengan ukuran sebagai berikut :
Dari sand filter air dialirkan ke storage tank. Setelah air sampai ketinggian maksimum, pompa air dari sumur akan mati secara otomatis dan akan hidup kembali apabila telah mencapai tinggi maksimum.
Kemudian air dialirkan lagi ke buffer tank dan sebelumnya ditambahkan chlorine 10 %. Tujuannya adalah untuk membunuh sisa-sisa dari bakteri -bakteri yang masih terdapat di dalam air yang telah diolah.
Dari buffer tank ini , air dilewatkan melalui carbon filter untuk menyerap chlorine dan partikel-partikel kecil. Air hasil pengolahan (treated water) inilah yang dipakai untuk proses produksi pembuatan Coca Cola, Sprite, Fanta, dan Frestea. Pada tiap tahapan proses pengolahan akan diambil sampel air untuk diperiksa oleh bagian Quality Control di laboratorium untuk memastikan bahwa air hasil pengolahan akan memenuhi persyaratan yang ditentukan.
Proses disini bertujuan untuk memurnikan karbondioksida yang masih mengandung zat atau gas lainnya yang mengurangi kemurnian karobioksida tersebut. Ada beberapa proses yang terjadi pada proses ini :